Maaf Aku Tidak Punyak Akses Lain
"Semoga kapanpun kau temukan dengan jarimu sendiri,aku harap dengan segera. "sebelumnya aku minta maaf karena menaruhnya disini."Aku tidak punyak akses lain."
"Tepat sekali kita sudah 3 bulan berakhir ya,"tanpa komunikasi kau menjaga perasaannya dan memblokirku,dan aku pun membentengi diriku dengan hal yg sama."
"Ternyata 49 bulan itu waktu yang amat singkat ya buatmu? "
"Atau mungkin akunya saja yang terlalu memakai hati.Bayangkan saja!"
Sejak kita memakai seragam abu-abu, sampai kau memakai seragam kebanggaanmu, dengan bumbu jatuh bangun yang telah aku dan kamu lalui."
"Aku terus mengingat dengan rinci mimpi kita."
"Aku adalah orang yang paling sederhana dalam mencintakan kamu dulunya."
Mungkin kamu belum paham bagaimana aku menyampaikan cintaku padamu."
"Mungkin yang kamu pahami selama ini,"aku pemarah,tidak mendukung masa depanmu.
Tentu kamu marah dengan semua tindakanku yang salah kau tangkap."
"Aku hanya keliru dalam komunikasi menyayangimu.
"Aku tidak pernah benar-benar seperti itu.Maka dari itu kita bisa bertahan beberapa waktu lamanya,dan kandas atas keinginanmu sendiri,dengan cara benar-benar menyakitkan aku saja."
"Mengapa ketulusanku kau balas dengan mendua.?" Mengapa kau melakukannya saat restu menggoyahkan kita.?" Mengapa kau beri dua luka secara bersamaan?"
"Kadang kala ada niat untuk meruntuhkan diri ini berjuta kali."
"Menghancurkan harga diri dan berharap bisa diperbaiki.
Aku hanya takut pada banyak hal yang terucap atas nama tuhan."
"Ku tau?"Aku butuh puluhan malam agar pulih,sampai perlu pergi dari kota agar tidak menemukan rentetan kisah kita disana."
Aku hanya takut pada banyak hal yang terucap atas nama tuhan."
"Ku tau?"Aku butuh puluhan malam agar pulih,sampai perlu pergi dari kota agar tidak menemukan rentetan kisah kita disana."
"Belum lagi segala macam pertanyaan yang harus kujawab dengan sigap. Aku terus membohong sampai detik ini.
"Mengatakan kepada orang-orang tertentu kalau kita masih baik-baik saja.
Orang-orang terterntu adalah keluargaku.
"Mereka yang terlanjur sayang kepada kamu.
"Aku terus menipu,saat mereka bertanya tentang kamu."
"Kau tidak terbebani apapun."Dan aku,kau beri tugas yang begitu beratnya. Aku kehilangan diriku sendiri."
"Kamu pikir setelah pindah aku membaik?Tidak," Aku seperti mati pikiran,adakala aku menangis terisak,apalagi saat itu, aku tau kau memposting wajah perempuan baru. "Ah"rasanya, aku paling benci dan marah,paling marah seperti mau menghabisinya.
"Mengapa sudah jauh-jauh mencari penggantiku?" bahkan sebelum hubungan kita berkakhir?
"Jelas-jelas kau yang mengatakannya!"
"Jika dalam kesendirianmu,kau menyuruhku untuk menungguimu hingga jaya dan kabar baik dari ibumu.
"Lantas kau anggap apa perjuanganku yang dulu-dulu itu?"
"Kamu berkhianat dari khianat.Enak sekali ya perempuan ketiga itu,hanya tinggal melanjutkan,sedang dalam kesusahan akulah yang membersamaimu.
"Lumpuh ingatanmu"akan bagian luntang lantungmun,"Akan bagian ingin mati saat kau merasa merepotkan banyak orang tentang pekerjaan.! Siapa disana? ingatkah kamu.?Aku tidak memaksa jikalau kau mengidap amnesia.
"Sekaligus ditulisan ini aku juga minta maaf atas segala kekacaun yang terjadi kemaren-kemaren,karena sahabatku,"yang tidak lain hanya ingin membela dan sebegitu peduli denganku.Namun terlalu kasar.
"Salam hangatku untuk ibumu,Aku yakin beliau akan tersenyum melihat tulisan kecil ini." Ibumu orang yang paling seru dan juga serius,sangat menarik membicarakan bagaimana waktu kamu kecil,kepintaranmu,saat kamu sakit,manja dan marah."Bagaimana bapak dan ibu bertemu lalu menikah kemudian merantau.Memberiku wejangan berumah tangga.
"Aku mendengarkannya dengan damai." tanpa ku sadari,beliau memintamu untuk meninggalkanku,setelah sejauh ini,setelah aku membangun untuk beliau lihat,cukup terhentak mengapa? Kesalahan apa yang kuperbuat?"
"Kamu berkhianat dari khianat.Enak sekali ya perempuan ketiga itu,hanya tinggal melanjutkan,sedang dalam kesusahan akulah yang membersamaimu.
"Lumpuh ingatanmu"akan bagian luntang lantungmun,"Akan bagian ingin mati saat kau merasa merepotkan banyak orang tentang pekerjaan.! Siapa disana? ingatkah kamu.?Aku tidak memaksa jikalau kau mengidap amnesia.
"Sekaligus ditulisan ini aku juga minta maaf atas segala kekacaun yang terjadi kemaren-kemaren,karena sahabatku,"yang tidak lain hanya ingin membela dan sebegitu peduli denganku.Namun terlalu kasar.
"Salam hangatku untuk ibumu,Aku yakin beliau akan tersenyum melihat tulisan kecil ini." Ibumu orang yang paling seru dan juga serius,sangat menarik membicarakan bagaimana waktu kamu kecil,kepintaranmu,saat kamu sakit,manja dan marah."Bagaimana bapak dan ibu bertemu lalu menikah kemudian merantau.Memberiku wejangan berumah tangga.
"Aku mendengarkannya dengan damai." tanpa ku sadari,beliau memintamu untuk meninggalkanku,setelah sejauh ini,setelah aku membangun untuk beliau lihat,cukup terhentak mengapa? Kesalahan apa yang kuperbuat?"
"Kesalahan apa yang kuperbuat? sebegitu tidak layaknyakah aku untuk bisa menjadi bagian dari anggota keluarga kalian kelak?
"Selama ini bukannya ibu memberiku
pelukan yang hangat.?Bahkan saat terakhir aku bertemu dihari raya kemaren? Masih jelas kuingat senyum ibumu."
"Lantas selama ini itu apa? Apakah kebaikan itu semata-mata sandiwara? Mengapa terlalu lama berpura-pura menerimaku? Mengapa menyuguhkan rasa beruntung,semu,terlalu nyata, yang terlanjur saya kembangkan dalam pikiran liarku?
"Rasa egois tertinggi adalah sebuah restu dan mendua tidak bisa ditoleransi."
"Itu akan menjadi pertanyaan yang tidak akan pernah aku cari tau,iya tidak mengapa.!
"Memang orang tua sangat ingin yang terbaik.Mungkin saja aku sudah baik,hanya kehabisan waktu untuk membuktikannya. Aku yakin di-ibu, laki-laki yang lain aku bisa dipeluk erat dengan rasa sebenar-benarnya benar.Amiin."
"Saya bisa merelakan ini dan banyak hal lainnya.Hanya karena aku ingin menikahimu,bukan berarti kamu harus menikah denganku bukan?
Terdengar membingungkan."
"Ini hari ulang tahunku."
Anggaplah aku telah menyanggupi apa yang selama ini beliau panjatkan,agar tidak bersamaku.Perpisahan kita adalah kabar yang direncakan bukan.?" Tidak ada yang terkejut selain dari pihakku.
"Perilah Ibu;"
"Aku menyangimu ibu,terimkasih telah melahirkan putra kecilmu ke dunia ini.
Ibu tahu."?Aku mencintai semua hal yang berkaitan dengan putramu.
"Ibu," aku sama halnya denganmu yang tak ingin menyakiti putramu.
Bu."Apakah adil kau melakukan itu tanpa pernah kusakiti hatimu?
Ibu,"Andai kau tahu betapa aku mencintaimu layaknya aku mencintai ibuku.Betapa senangnya aku."
"Ibu,"Dihari ulang tahunmu saat itu,aku membawakan kue untukmu, dan kau mencium pipi kanan kiriku" ingat tidak bu."? Aku tak tau harus bagaimana lagi agar aku mendapatkan cinta yang sama darimu.
"Aku tidak bermaksud menyerah atas restumu bu."Aku sangat bersemangat membuktikannya,"
"Hanya..aku lemah dalam sebuah penghianatan."
"Sederhana sekali mengapa kami berpisah.
Monoton rasa sakitnya yang aku dapati.Aku sendiri,sendirian."
"Jangan khawatir ya.! Aku sudah melupakan perihal tentang kami bu,"
ini hanya sepucuk hal yang ingin aku sampaikan setelah banyak hal tertahankan,"
"Aku tidak mau ada cerita,bahwa aku meminta-minta untuk kembali seperti kabar yang aku dengar.Insyaallah aku sudah mengikhlaskan."
"Insyaallah aku telah memaafkan." Walau tidak pernah ada kata maaf yang terucap dari siapapun, insyallah."
"Dan untuk kamu (......), terimakasih sudah begitu cepat melupakanku,melupakan janji,melupakan sumpah, dan banyak lagi yang telah kau ingkari,semoga yang maha kuasa memaafkanmu."
"Ketika kamu membaca ini, percayalah. ! Aku bukan lagi yang kamu kenal,kau tidak pernah lagi menemukanku,ketika kau telah sadar,ketika penyesalan dipelupuk matamu, entah besok,minggu depan,dua tahun,atau sepulah tahun lagi."
"Aku pun berharap kita tidak pernah dipertemukan kembali dan kamu tidak mencari saya untuk sekedar maaf yang terlambat,semoga saja."
" Sungguh,"Luka yang kamu lakukan benar-benar hal terbaik.
Aku telah memaafkan apapun yang sudah terjadi,walaupun aku paham bahwa namamu akan terus ada dalam bagian proses hidupku,kamu ada dibagian masa-masa terpentingku."
"Dimasa aku telah serius dengan seseorang,dimasa aku telah beranjak dewasa dan banyak hal.
Menyita waktuku,Ah" betapa kerasnya aku menulis ini dengan kebenaran.
"Selamat tinggal segalanya tentang aku dan kamu.
"Aku sudah mengikhlaskan kamu dan segala-galanya,Telahku habiskan.
"Kau perlu garis bawahi,"Aku sudah sangat begitu pulih,dan tidak sempat memikirkan bagaimana kamu lagi,berita baik untukmu;"Aku akan jatuh cinta lagi."
"Terima kasih telah membebaskan aku,dengan begitu aku bisa merasa dicintakan oleh orang-orang yang juga aku cintai.
"Selamat ulang tahun saya."
by (......................)

Komentar
Posting Komentar